Rabu, 14 Maret 2012

JUVENTUS STADIUM

juventus-stadium
Thursday 20th November 2008 is a date which will become a milestone in Juventus history. By means of a presentation held at the Gianni Agnelli Auditorium at the Lingotto, the club launched the project for the new stadium which is to be constructed instead of the Delle Alpi and which shall become the new home of the bianconeri as from the 2011/2012 season.
The stadium will be entirely dedicated to football to allow the best conditions possible prior to the matches. Spectacle will be a main attraction thanks to the great visibility from all 40,200 places and top-notch safety and security. The building will be open seven days a week thanks to a commercial area.
The new stadium is born thanks to the work of a great team. Architects Hernando Suarez (Studio Shesa) and Gino Zavanella (Studio Gau) designed the stadium; engineers Francesco Ossola and Massimo Majowiecki were responsible for the structural planning, operations planning and directing the structural works.
The team also consists of  architect Antonio De la Pierre (project coordination), engineer Marco Lazzerini (mechanical installations), engineer Renzo Zorzi (electrical installations), architects Eloy and Stefano Suarez (architectural planning). Project management was conducted by Al Group of Turin, under the responsibility of  its president, engineer Paolo Erbetta.
A fundamental contribution was made available by two great Italian design firms : Giugiaro Design and Pininfarina Extra. Juventus in fact turned to Fabrizio Giugiaro and Paolo Pininfarina to add a stylish design to the project as a witness to Turin’s excellence in the sector.
Architect Alberto Rolla (Studio Rolla) took care of the commercial area and the urban sector.
The stadium project had been officially approved by the Juventus executive committee (CDA) on the 18th of March for a total investment of approximately 105 million Euros. Expenses of such an extent will be relying on three pillars, said Juventus general director Jean-Claude Blanc during the last share-holders meeting : the agreement with Sportfive, the commercial side and the loan with regards to which a dialogue was opened with the entity responsible for sporting credits.

FAKTA CALCIOPOLLI

Apa definisi dari Calciopoli? .  Bagi kami Calciopoli, Morattipoli, Falsiopoli punya definisi yang sama.
“Calciopoli : usaha sebagian/sekelompok oknum yang tidak mampu meraih prestasi di atas lapangan hingga dengan sengaja menciptakan skema kotor di luar lapangan guna menghancurkan kekuatan sepakbola terbaik dalam sejarah Italia.” -Signora1897-
Dari awal kita semua telah mengetahui bahwa Calciopoli adalah sebuah rekayasa besar. Yang disusun begitu rapi hingga mampu mengirim Juve ke Serie B dan menanggung kerugian baik secara financial maupun image yang begituuu besar. Jika tidak ada perubahan, babak akhir dari skandal ini akan ditetapkan pada tanggal 18 juli. Dan ijinkan kami melalui tulisan sederhana ini me-refresh ingatan anda terkait apa yang sebenarnya terjadi dibalik Calciopoli.
Skandal Calciopoli dimulai saat Gazetta dello Sport memuat transkrip pembicaraan antara Luciano Moggi dengan beberapa pihak dari komisi wasit. Gazetta dello Sport sendiri dimiliki oleh seorang Internisti bernama Carlo Buora yang kebetulan adalah Wakil Presiden Inter. Pembicaraan Moggi yang juga dilakukan beberapa petinggi klub lain seperti Milan, Fiorentina dan Lazio ini sebenarnya telah terjadi dua tahun sebelum calciopoli (2004). Namun setelah dikirim ke pengadilan di Turin, Roma dan Naples disimpulkan bahwa tidak ditemukan bukti yang cukup. Plan A Moratti gagal dan dilanjutkan ke Plan B yang melibatkan media, yaitu menyerahkan transkrip ke Gazetta melalui Carlos Buora. Dengan dimuatnya transkrip tersebut, perhatian dan desakan publik semain menjadi-jadi (di Indonesia kurang lebih kondisinya seperti saat Mahfud MD memutar rekaman pembicaraan Anggodo Wijaya di Mahkamah Konstitusi beberapa tahun lalu).
Guido Rossi
Dengan semakin gencarnya pemberitaan di media, FIGC pun terpaksa membuka penyelidikan, Galliani yang saat itu menjabat sebagai presiden FIGC dituntut untuk mundur karena ditakutkan akan terjadi “conflict of interest” karena Milan juga terlibat dalam kasus tersebut. Selanjutnya Guido Rossi mengambil alih kepemimpinan FIGC untuk penyelidikan calciopoli. Siapakah Guido Rossi? Selain pernah menyatakan bahwa ia adalah seorang internisti, ia juga adalah salah satu pemegang saham di inter, teman dekat moratti serta mantan direktur inter (1995-1999). Selanjutnya diketahui bahwa setelah mendregadasikan Juventus ke serie B, Guido Rossi mengundurkan diri dari FIGC dan kemudian menjabat sebagai Presiden TIM (Telecom Italia), perusahaan yang telah menyediakan bukti penyadapan yang melibatkan moggi dan lain-lain.
Di jajaran dewan direksi TIM inilah terdapat nama – nama seperti Moratti, Carlo Buora (pemilik Gazetta) serta Provera yang kebetulan adalah pemilik dari Pirelli (perusahaan yang memiliki TIM dan sponsor di jersey Inter). Hebatnya lagi, Provera adalah pemegang saham terbesar kedua di Inter Milan. Sederhananya, Telecom Italia, Gazetta dan Inter Milan semua dimiliki oleh orang – orang yang sama. Mungkin kah TIM memberikan rekaman pembicaraan yang memberatkan inter? Tentu tidak. Tidak aneh jika pada akhirnya, inter dapat melenggang bersih seolah-olah mereka adalah malaikat. Sedangkan tim-tim lain terutama Juventus harus menanggung sesuatu yang sebenarnya sama sekali tidak pernah dilakukan. Fakta bahwa inter dihadiahi gelar scudetto 2005 – 2006 dari la’grande juve meskipun musim itu tidak ada hubungannya dengan bukti-bukti calciopoli (rekaman terjadi tahun 2004) menunjukkan bahwa calciopoli ini sungguh adalah sebuah konspirasi besar. Konspirasi yang tujuan utamanya adalah melenyapkan penghalang–penghalang inter menuju kesuksesan.
Pada kasus calciopoli 2 ini Luciano Moggi berhasil menemukan bukti bahwa facchetti/inter juga melakukan percakapan dengan komisi wasit (bergamo). Bahan pembicaraan mereka bahkan jauh lebih fulgar dibandingkan dengan tim manapun. Moggi ingin membuktikan bahwa semua yang dia lakukan selama menjabat sebagai petinggi juve juga dilakukan oleh tim manapun di serie A (termasuk Merda). Dua opsi yang diajukan oleh tim pembela Moggi adalah apakah apakah semuanya bersalah (artinya inter yang belum dihukum harus menerima hukuman yang setimpal) atau semuanya benar (artinya Juventus bahkan moggi telah dihukum atas kejahatan yang sebenarnya tidak pernah dilakukan).
Stefano Palazzi
Singkat kata, FIGC menunjuk seorang penyidik yang bernama Stefano Palazzi untuk merangkum semua bukti yang muncul di persidangan calciopoli2 ini. Butuh waktu kurang lebih 1 tahun untuk Palazzi akhirnya mengeluarkan kesimpulan yang sangat mengejutkan. Sebagai catatan persidangan Calciopoli pada tahun 2006 hanya memakan waktu 3 minggu untuk merampok 2 scudetto Juventus serta mendegradasikan La Vecchia Signora ke Serie B. Hasil penyelidikan selama 1 tahun yang dilakukan oleh Palazzi ini kami rangkum dalam beberapa point sebagai berikut :
  • Mempertegas bahwa Juventus tidak didegradasi atas / akibat melakukan pelanggaran Article6 (Melakukan usaha mengubah posisi di klasemen melalui pengaturan score / match fixing) karena memang TIDAK PERNAH TERBUKTI. Juventus hanya terbukti melakukan pelanggaran Article1 (Tindakan tidak sportif, ex : Berhubungan dengan komisi wasit). Pelanggaran atas Article1 biasanya dijatuhi sanksi denda atau maksimal pengurangan 1-3 point di klasemen. Sedangkan pelanggaran untuk Article6 akan dikenai sanksi berat berupa DEGRADASI.
  • Berdasarkan bukti-bukti yang dikumpulkan oleh Palazzi selama berlangsungnya persidangan di Napoli, Juventus bersama dengan beberapa pihak/tim lain terbukti melakukan pelanggaran Article 1. Beberapa tim lain tersebut adalah Cellino (Cagliari), Campedelli (Chievo), Foschi (Palermo), Gasparin (Vicenza), Governato (Brescia), Corsi (Empoli), Spalletti (Udinese, coach), Foti (Reggina), MORATTI (INTER) dan Meani (Milan).
  • Palazzi juga menemukan adanya pihak/tim lain yang terbukti melakukan pelanggaran Article6, yaitu : Spinelli (Livorno), FACCHETTI (INTER) dan Meani (Milan).
Berdasarkan pernyataan dari Palazzi tersebut, Juventus pada 2006 sebenarnya hanya melakukan pelanggaran Article1 namun melalui pengadilan super cepat dan penuh rekayasa dijatuhi hukuman degradasi yang sebenarnya merupakan hukuman untuk pelanggaran Article6 yang dilakukan inter. Singkat kata, si Raja divonis bersalah sementara si maling melenggang pergi begitu saja.
Sinetron ini mungkin akan tamat pada tanggal 18 Juli 2011. Hasilnya belum tentu akan sesuai dengan apa yang telah ditemukan oleh Palazzi, karena semua tahu bagaimana system pengadilan di Italia yang hampir mirip dengan di Indonesia. Salah satu pengamat Calciopoli yang merupakan teman dekat kami, Giuseppe Solinas bahkan meyakini Inter tidak akan dijatuhi sanksi apa-apa. Menurut Juventino yang kini tinggal di Canada ini paling maksimal Scudetto 2006 akan ditarik dari Inter dan kemudian dibekukan alias tidak diberikan kepada siapa-siapa.
Apapun hasil yang akan keluar pada tanggal 18 Juli nanti, kami ingin berterima kasih kepada Luciano Moggi & Andrea Agnelli yang telah melakukan tindakan nyata terkait ketidakadilan ini. Berkat usaha gigih Moggi & tim pembelanya selama 5 tahun terakhir banyak fakta baru yang terungkap. Melalui bukti-bukti yang terungkap di persidangan Napoli ini lah Palazzi akhirnya mengambil kesimpulan di atas. Andrea Agnelli juga terus memperjuangkan agar scudetto kita dikembalikan. Media-media di Italia seperti Tuttojuve.com dan Vecchiasignora.com bahkan membuat petisi agar FIGC mengembalikan scudetto yang telah dicuri dari Si Nyonya Tua.
Kami mengutip dari Vecchiasignora.com :
MI HAI CHIAMATO LADRO…
TI SEI VANTATO DI ESSERE ONESTO E PULITO….
TI SEI PRESO I MIEI ALLORI..E HAI CREDUTO DI ESSERE MIGLIORE DI ME….
IO HO PAGATO…
SENZA LACRIME E SENZA CHIEDERE PIETà A NESSUNO….
MI SONO RIALZATO CON ONORE E HO TENUTO LA MIA BANDIERA ALTA NEL CIELO…
NEI GIORNI DI TEMPESTA…
IN CUI TUTTI I VILI CHIEDEVANO E BRAMAVANO LA MIA MORTE..
CON ONORE…
MENTRE TU TI NASCONDI DIETRO LA SOLITA IPOCRISIA E MEDIOCRITà…
DIETRO AD UN DITO…
E AD UN MORTO….
OGGI COME SEMPRE IO POSSO ANDARE A TESTA ALTA…
MENTRE TU COME SEMPRE VIVI STRISCIANDO..
COME UNA SERPE VILE E FALSA…
CHE PRIMA SI NASCONDEVA DIETRO GLI ARBITRI E OGGI DIETRO LA PRESCRIZIONE….
IO SONO LA JUVENTUS…
E OGGI IL MIO NOME BRILLA NEL CIELO LUMINOSO E FIAMMEGGIANTE…
E TU…E TU SEI SOLO UN VIGLIACCOCHE SI VANTA DEI TRIONFI ALTRUI!!!!!!!!!!
Artinya :
Engkau memanggil ku pencuri dan bangga menganggap diri bersih dan jujur.
Engkau mengambil kepunyaan ku dan percaya bahwa diri mu lebih baik dari ku.
Aku menerima ganjaran, tanpa air mata dan tanpa meminta belas kasihan dari siapapun.
Aku bangun dengan kebanggan dan menjaga bendera ku tetap berkibar di langit tinggi, di tengah badai.
Ketika kekejian meminta kematian ku, aku mati dengan terhormat.
Sementara engkau bersembunyi dibalik kemunafikan dan orang mati
Hari ini seperti biasanya, saya bisa tetap mengangkat kepala sementara engkau terkubur makin dalam
Ibarat seekor ular palsu dan berbisa
Pertama bersembunyi di belakang wasit dan hari ini dibalik sebuah pandangan awal
Saya adalah Juventus, dan hari ini Nama Ku bersinar terang di langit tinggi
Engkau hanya seorang pengecut yang bangga telah mencuri kemenangan orang lain.
VAFFANCULO INTER !!!. (EG)

LEGENDA JUVENTUS


Del Piero Alessandrao lahir pada tanggal 9 November 1974 di Conegliano Veneto, Italia dalam sebuah keluarga sederhana dimana ayahnya adalah seorang tukang listrik dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Sementara tumbuh dewasa dianggap menggelikan Del Piero membuat dia hidup sebagai seorang sopir truk karena dia ingin melihat dunia di luar rumah, tetapi diubah pedesaan ambisinya untuk menjadi pemain sepak bola.


Del Piero merupakan salah satu pencetak gol tercepat di Liga Champions. Pada tahun 1997, dia mampu membuat gol pada detik ke 20,12 ketika Juventus melawan Manchester United. Namun prestasinya masih kalah dengan Roy Makaay. Tak banyak pemain yang memiliki rasa kesetiaan begitu tinggi kepada klub seperti yang dimiliki Alessandro Del Piero. Sejak bergabung dengan Juventus pada tahun 1993, pemain berusia 34 tahun ini tetap bertahan dan tidak mau pindah meninggalkan I Bianconeri.


Del Piero mengawali kariernya dengan bermain bagi klub Padova pada usia 13 tahun. Pada tahun 1991 ia mendapat kesempatan untuk bermain secara profesional untuk pertama kalinya dengan bermain di Serie-B sebanyak empat kali. Pada musim berikutnya ia bermain 10 kali dan berhasil mencetak gol pertamanya.

Tahun 1993, Juventus membeli Del Piero. Debut pertamanya bersama I Bianconeri adalah saat melawan Foggia pada bulan September 1993. Pada pertandingan berikutnya melawan Reggina, pria berwajah ganteng ini mencetak gol pertamanya bagi Juventus. Padahal kala itu ia menjadi pemain pengganti. Del Piero kemudian berhasil menciptakan hat-trick pertamanya ketika Juventus melawan Parma pada musim yang sama.

Del Piero secara bertahap berkembang menjadi sebuah ikon klub Juventus dan dipuja oleh pendukung klub. Dengan klub Turin, dia memenangkan juara Serie A Italia tujuh kali (1995, 1997, 1998, 2002, 2003, 2005 dan 2006), Liga Champions UEFA sekali (1996), dan Piala Interkontinental sekali (1996). Dia menyelesaikan musim 2007-2008 Serie A musim sebagai liga pencetak gol terbanyak dengan 21 gol. Del Piero adalah salah satu dari sedikit pemain yang memutuskan untuk tetap ke Old Lady ketika mereka diturunkan ke Seri B pada musim panas 2006 untuk pertandingan-fixing.

PRESTASI JUVE

Seri A (27 kali): 1905, 1925-26, 1930-31, 1931-32, 1932-33, 1933-34, 1934-35, 1949-50, 1951-52, 1957-58, 1959-60, 1960-61, 1966-67, 1971-72, 1972-73, 1974-75, 1976-77, 1977-78, 1980-81, 1981-82, 1983-84, 1985-86, 1994-95, 1996-97, 1997-98, 2001-02, 2002-03
Piala Italia (9 kali): 1937-38, 1941-42, 1958-59, 1959-60, 1964-65, 1978-79, 1982-83, 1989-90, 1994-95
Piala Super Italia (4 kali): 1995, 1997, 2002, 2003
Piala/Liga Champions (2 kali): 1984-85, 1995-96
Piala Winner: 1983-84
Piala UEFA (3 kali): 1976-77, 1989-90, 1992-93
Piala Super Eropa (2 kali): 1985, 1996
Piala Interkontinental (2 kali): 1985, 1996

FORZA JUVE

Juventus F.C sering disebut dengan Juventus atau Juve (nama latin untuk remaja) adalah salah satu klub sepak bola tertua di Italia. Klub ini didirikan pada November 1897 dan punya julukan la Vecchia Signora (Sang Nyonya Tua).
Juventus adalah tim tersukses dalam sejarah persepakbolaaan Italia. Sudah 51 piala resmi berhasil diraihnya, 40 di antaranya dalam negeri dan 11 lainnya untuk Eropa serta kompetisi dunia lainnya. Pada tahun 1985, Juventus menjadi klub pertama di Eropa yang berhasil memenangkan semua tiga piala di Eropa dan Piala Intercontinental. Juventus terkenal menerapkan aturan yang ketat untuk pemainnya. Pemainnya diharuskan berambut pendek dan rapi, selalu berpakaian formal dan memaksa mereka untuk menyelesaikan pendidikan mereka.
Penjualan Zinedine Zidane ke Real Madrid dengan harga sekitar $64 juta dolar AS masih merupakan salah satu penjualan termahal dalam sepak bola hingga kini. Kasus paling menghebohkan yang menimpa klub ini yaitu saat gelar juara Seri A diraih pada musim 04/05 dan 05/06 dicabut, karena terlibat skandal pengaturan pertandingan. Juventus juga harus terdegradasi ke Seri B akibat kasus ini.